Langsung ke konten utama

Postingan

Tingkah Polah Balita Bikin Moms Lelah? Ternyata Keaktifan Mereka Indikator Kecerdasan, Loh!

Hai Moms, di rumah sedang pusing menghadapi tingkah polah keusilan balita anda? Bisa dipastikan sebuah rumah dengan keberadaan balita di dalamnya, tidak akan pernah rapi. Jangan risau ya, Moms. Anak usia 1 hingga 5 tahun memang dalam masa golden age tumbuh kembang. Inilah mengapa mereka seakan memiliki baterai yang selalu penuh. Memiliki jagoan junior dengan usia 1-5 tahun, membutuhkan tenaga yang super extra. Usia 4-5 tahun, anak mulai bisa bermanuver dengan sepeda roda empatnya, senang naik turun tangga, dan melompat-lompat. Ini pasti sering membuat Moms spot jantung ya, tiap kali mengawasi anak bermain sepeda di halaman. Dia akan naik menuju permukaan yang kontur tanahnya lebih tinggi. Dengan tawa mengembang dia menuruni jalur mobil dan bermanuver dengan sepedanya. Bila belum kecapekan, dia akan mengacak-acak mainan di dalam rumah,  melompat-lompat dengan satu kaki, melempar bola ke sekeliling ruangan, atau asyik bermain gunting. Tak cukup kertas, rambut adi...

A Cup of Betrayal

Secangkir teh hangat kuletakkan di meja di sampingnya. Kepulan asap membumbung ke udara. Hening. Suara rintik hujan terdengar merdu di telinga. "Laper?" tanyaku. Dia, lelaki bermata coklat itu, mengeleng. Tak bersuara, hanya senyum manis terlukis di wajahnya. "Sini," panggilnya lirih. "Sudah duduk aja di sini. Kita nikmati malam dan hujan." Dia duduk dengan kaki ditekuk dan tangan melingkari lututnya. Aku duduk di depannya. Kudorong tubuhku ke belakang mendekatinya. Kutelusupkan kepalaku ke dalam pelukannya. Hangat. Kupalingkan wajah kearahnya. "Dulu kamu paling sebel sama hujan. Selalu menggerutu tiap kali hujan turun." Aku tersenyum mengenang masa lalu kami. "He em. Hujan memang bikin banyak rencana berantakan." Bibirnya mengerucut membuat wajahnya terlihat lucu. "Jadi inget pas kita dinner anniversary, kamu bahkan hampir banting meja. Tapi malah kita having so much fun that night." Aku terkenang kejadian ...

Letting You Go

Aku berdiri, kulongok lampu indikator di atas pintu. Hanya warna merah yang terlihat. Lorong sepanjang hampir lima puluh meter di depanku terasa lorong neraka. Walau sudah kubaca berulang kali, tetap saja mataku reflek menangkap tulisan ber- font besar berwarna merah. RUANG OPERASI. Kulirik jam di pergelangan tangan kiriku. Sudah tiga jam lebih aku berdiri, duduk, mondar mandir, berdiri lagi, duduk lagi, mondar mandir lagi. Laki-laki yang telah menjadi imamku lebih dari sepuluh tahun sedang bertarung dengan pisau bedah dan dokter di dalam sana. Telah banyak doa dan permohonan kupanjatkan. Sebuah tepukan menyadarkanku dari lamunan. "Keluarga Bapak Wirawan?" suara suster lembut. "Iya, Sus," jawabku. "Ibu ditunggu di ruang dokter Adi. Ada hal yang akan disampaikan. Pasien masih dalam persiapan untuk dipindahkan ke ruang rawat inap. Jadi belum bisa dijenguk ya, Bu." Suster tersenyum. "Iya, Terima kasih." Aku balas tersenyum. Sust...